Dataset terdiri dari enam titik lokasi yang merepresentasikan satu depot dan lima titik pengambilan sampah di suatu wilayah perkotaan. Setiap titik diberi kode untuk memudahkan pemodelan dalam algoritma.
Dalam program, keenam titik ini direpresentasikan sebagai array points = ["Depot", "A", "B", "C", "D", "E"] sehingga setiap rute dapat dinyatakan sebagai urutan indeks dari array tersebut.
Hubungan jarak antar titik disimpan dalam sebuah matriks jarak berbentuk tabel 6×6. Setiap elemen distance_matrix[i][j] menyatakan jarak dari titik ke‑i menuju titik ke‑j dalam satuan kilometer.
Matriks jarak yang digunakan adalah sebagai berikut:
| Dari/Ke | Depot | A | B | C | D | E |
|---|---|---|---|---|---|---|
| Depot | 0 | 4 | 2 | 5 | 6 | 3 |
| A | 4 | 0 | 3 | 2 | 5 | 6 |
| B | 2 | 3 | 0 | 3 | 4 | 5 |
| C | 5 | 2 | 3 | 0 | 6 | 4 |
| D | 6 | 5 | 4 | 6 | 0 | 2 |
| E | 3 | 6 | 5 | 4 | 2 | 0 |
Matriks ini digunakan langsung sebagai input untuk perhitungan jarak rute pada algoritma genetika. Setiap kandidat rute dievaluasi dengan menjumlahkan jarak antar titik berurutan sesuai nilai pada tabel di atas.
Dalam kode backend, dataset direpresentasikan sebagai array points dan matriks dua dimensi distance_matrix. Genetic Algorithm tidak perlu mengetahui posisi geografis sebenarnya, cukup menggunakan jarak antar titik dari dataset ini untuk menghitung total jarak setiap rute.
Hal ini memudahkan penggantian skenario: untuk studi kasus lain, cukup mengganti nilai pada points dan distance_matrix tanpa mengubah struktur algoritma.